Memasang Animasi Flash ke Widget WordPress.com

Memasang flash ke dalam wordpress ternyata ada cara tersendiri, tidak lagi menggunakan tag atau tag <object> namun menggunakan tag khusus yang diterima oleh wordpress.com sendiri.

Langsung aja nih :

  1. Buka Menu Tampilan, kemudian pilih Widget.
  2. Di situ ada berbagai macam widget, pilih yang untuk memasukkan Teks.
  3. Copy paste source code berikut :
    <div style="margin:0px auto;text-align:center;">
    [zzzz src="http://www.spinandspell.com/game.swf"
    width="160"
    height="160"
    flashvars="&col1=99ff33&col2=ffcc33&col3=eeffcc&tzoffset=false"
    swliveconnect="true" quality="best" loop="true" menu="false"
    wmode="transparent" allowScriptAccess="sameDomain"
    type="application/x-shockwave-flash"
    pluginspage="http://www.adobe.com/go/getflashplayer"]
    </div>
    
  4. “zzzz” diganti dengan gigya
  5. Simpan, dan selesai deh.

Pada tulisan yang bercetak tebal, kita dapat menggantinya sesuka kita. Yang bercetak tebal pertama yaitu URL atau alamat dari file .swf kita, kemudian yang bercetak tebal kedua dan ketiga, menandakan lebar dan panjangnya.

Sip deh 😀

Mengenal ActionScript 3.0 [basic] part 2

Baik, sekarang kita akan mencoba untuk menerapkan hasil dari sebelumnya disertai dengan beberapa tambahan. Project kita kali ini adalah membuat game pong. Game ini adalah game seperti pingpong. Kita akan membuat agar 2 user dapat bermain bersama dalam satu komputer.

Tombol player 1 : A S W D

Tombol player 2 : Kiri Bawah Atas Kanan

Meletakkan Papan Pemantul

Pertama, kita buat sebuah kotak berukuran 100 x 15, jadikan movieclip dengan nama class Papan, dan tentu saja kita memilih base class-nya yaitu MovieClip. :), caranya begini nih.

Buat sebuah gambar kotak 100 x 15 (panjang 100 dan tinggi 15) : Baca lebih lanjut

Mengenal ActionScript 3.0 [basic] part 1

Untuk belajar ActionScript 3, terlebih dahulu kita harus memahami konsep OOP. Saya anggap kita sekarang sudah mengerti tentang konsep dari Object Oriented Programming tersebut.

Pertama-tama yang akan kita bahas adalah mengenai hierarki dalam menampilkan suatu object di dalam stage / layar.

MovieClip merupakan suatu class yang sangat amat sering digunakan dalam pembuatan aplikasi dalam flash. Class ini merupakan turunan dari class DisplayObject yang merupakan class agar object dapat ditampilkan ke stage.

Hierarki class movieclip :

MovieClip ->  Sprite -> DisplayObjectContainer -> InteractiveObject -> DisplayObject -> EventDispatcher -> Object

Jadi, MovieClip tentu saja merupakan turunan dari class Object yang merupakan parent dari semua class.

Sekarang kita akan mencoba menampilkan suatu kotak ke layar 😀 Baca lebih lanjut

Membuat tweening dengan Tweener

tweener

tweener

Kita telah belajar untuk membuat tween pada package bawaan dari flash, sekarang kita akan membuat dengan menggunakan Tweener. Tweener bisa didownload pada http://code.google.com/p/tweener/. Cara setting pada aplikasi sama kayak yang di sini. Tweener merupakan library yang digunakan untuk menganimasikan sama halnya class Tween pada flash, akan tetapi memiliki banyak kelebihan, diantaranya jenis animasi lebih banyak, mendukung pause, resume tween, animasi tweening warna.

Ok, lets begin… 😀 Baca lebih lanjut

Cara meng-convert Flash movie menjadi video

Flash

Flash

Flash merupakan sebuah software yang sangat cocok untuk membuat animasi. Animasi yang dihasilkan pastinya ingin agar memiliki output dalam bentuk video karena akan mudah untuk dipublikasikan. Dalam hal ini kita dapat mem-publish animasi kita dalam bentuk Flash Movie (*.swf). Tetapi terdapat beberapa kelemahan ketika kita menyetel file flash movie kita dengan berbagai macam video player, maka hasilnya mungkin tidak sesuai dengan yang kita harapkan, misalnya begini, kita membuat suatu animasi yang digerakkan oleh script, misal Tweening, maka pada video player tersebut mungkin saja objek yang kita buat akan diam saja. Baca lebih lanjut

Kelebihan dan Kekurangan Swift3D


Swift3D merupakan tool biasa digunakan untuk merender 3D menjadi 2D. Jadinya pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Baik, sekarang akan saya jelaskan satu-satu kelebihan dan kekurangannya. 🙂

Kelebihan Swift3D

  • Merupakan tool yang simpel, tidak ribet, tinggal drag and drop.
  • Swift3D mendukung animasi objek 3D.
  • Animasi dapat diexport ke banyak file, misal avi, flv, swf, swt, dan ai.
  • Kita dapat memilih jenis rendering yang kita inginkan, yaitu raster (bitmap) dan vector. Jenis gambar raster lebih lama saat me-render, akan tetapi hasilnya lebih bagus. Sedang untuk vector, gambarnya satu warna atau gradasi warna vector (cocok untuk dimasukkan pada animasi vector flash).
  • Jika kita ingin membuat model yang simpel, maka swift3D bisa digunakan untuk membuatnya. 😉 Baca lebih lanjut