Mengenal ActionScript 3.0 [basic] part 1


Untuk belajar ActionScript 3, terlebih dahulu kita harus memahami konsep OOP. Saya anggap kita sekarang sudah mengerti tentang konsep dari Object Oriented Programming tersebut.

Pertama-tama yang akan kita bahas adalah mengenai hierarki dalam menampilkan suatu object di dalam stage / layar.

MovieClip merupakan suatu class yang sangat amat sering digunakan dalam pembuatan aplikasi dalam flash. Class ini merupakan turunan dari class DisplayObject yang merupakan class agar object dapat ditampilkan ke stage.

Hierarki class movieclip :

MovieClip ->  Sprite -> DisplayObjectContainer -> InteractiveObject -> DisplayObject -> EventDispatcher -> Object

Jadi, MovieClip tentu saja merupakan turunan dari class Object yang merupakan parent dari semua class.

Sekarang kita akan mencoba menampilkan suatu kotak ke layar😀

  1. Buat sebuah kotak, kemudian convert menjadi MovieClip dan beri nama classnya Kotak.

    Convert to Symbol

    Convert to Symbol

  2. Kita beralih ke frame pertama, ketikkan script berikut :
    stage.addChild(new Kotak());
  3. Kemudian kita tes, maka hasilnya kotak yang kita buat berada di pojok kiri atas.😉

Sekarang mari kita jelaskan satu persatu..🙂

Pada groupbox Linkage, kita harus mengisikan Class “Kotak” dan Base Class nya adalah “flash.display.MovieClip”, hal ini maksudnya adalah kita membuat suatu class yang bernama kotak yang merupakan inheritance dari class MovieClip. Maksud dari inheritance di sini yaitu sifat yang dimiliki class Kotak itu sama dengan sifat dari MovieClip.😉

Kemudian pada baris coding, maksudnya stage merupakan suatu obyek di dalam flash yang mampu untuk menampung seluruh obyek yang akan ditambahkan ke dalamnya kemudian menampilkan nya, yaitu sebagai wadah paling luar. Jika kita sudah mengenal ActionScript 2.0, ini biasa disebut dengan _root.

Kedua, kita akan berkenalan dengan input dari keyboard😀

Sebenarnya ada 2 jenis cara kita menggunakan input dan efeknya :

  • Melalui KeyboardEvent saja.
  • Melalui KeyboardEvent ditambah dengan EnterFrame.

Melalui KeyboardEvent saja, bayangkan kita membuka suatu halaman web yang memiliki scroll karena terlalu panjang kemudian kita menekan tombol arah panah bawah pada keyboard agar halaman tersebut tergulung ke atas, jika kita teliti saat tombol keyboard ditekan, halaman web akan menggulung sekali kemudian terdapat delay, kemudian menggulung lagi. Nah, hal ini yang terjadi jika kita menggunakan KeyboardEvent saja.

contoh scriptnya (kita ganti script yang tadi):

var kotak = new Kotak()
stage.addChild(kotak);
//menggerakkan dengan KeyboardEvent
stage.addEventListener(KeyboardEvent.KEY_DOWN,dipencet);
function dipencet(event:KeyboardEvent){
	kotak.x += 5;
	kotak.y += 5;
}

Untuk memberikan event, misal saat ditekan, kita butuh untuk memanggil fungsi yang ada, yaitu addEventListener, kemudian kita berikan aksi dari event tersebut, misal saat tombol ditekan (KeyboardEvent.KEY_DOWN) atau saat tombol dilepas (KeyboardEvent.KEY_UP).

Lalu yang kedua adalah melalui KeyboardEvent dan EnterFrame, yang ini coding-nya agak lumayan panjang, namun hasilnya lebih smooth.

//variabel
var kotak = new Kotak();
stage.addChild(kotak);

//status
var ditekan = false;

//menggerakkan dengan KeyboardEvent
stage.addEventListener(KeyboardEvent.KEY_DOWN,dipencet);
stage.addEventListener(KeyboardEvent.KEY_UP,dilepas);
function dilepas(event:KeyboardEvent) {
	ditekan = false;
}
function dipencet(event:KeyboardEvent) {
	ditekan = true;
}

stage.addEventListener(Event.ENTER_FRAME,looping);
function looping(event:Event) {
	if (ditekan) {
		kotak.x += 5;
		kotak.y += 5;
	}
}

di sini kita ada istilah EnterFrame, yaitu perulangan secara terus menerus sampai movie flash berhenti atau event tersebut di-remove. Setelah kita tambahkan, otomatis fungsi looping akan dipanggil terus menerus.

20 thoughts on “Mengenal ActionScript 3.0 [basic] part 1

  1. Ping balik: action script « ar 0_0 m blog!!!

  2. klo boleh saran , buku bagus:}
    ” DASAR PEMROGRAMAN FLASH GAME – Wandah W ”

    cara mengajarkannya beruntut , enak untuk di ikuti :}

  3. Mau tanya nih,kalau di AS 2.0 kita kan bisa taruh scriptnya di movie clipnya, button, atau di framenya. tapi tiap object cara tulis scriptnya kan beda.

    waktu baca2 di AS 3.0 katanya semua sama, tapi harus ditaruh yang mana?bukunya gak jelasin sama sekali. taruh di movie clip, button, atau frame. makin dibaca makin bingung.

    note: aku pakai bukunya o’reilly beginner as 3.0

    thank you

  4. makasih banyak neh sob… tutorialnya berguna banget (ijin bookmark).
    gw lage belajar AS 3 bwt bikin game edukasi bakal skripsi. cos, pengen pake AS 2 di tolak dosen (puyeng).
    cari buku Indonesianya blm ada yg ActionScript 3.0.

    tanya: kalo gak salah, OOP di java, ada class dan main class. di AS3 ada juga gak yaa..??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s